Wali Nanggroe Dorong Penguatan Pemuda, AMANAH Siap Jadi Motor Inovasi Aceh

Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) di Meuligoe Wali Nanggroe

Banda Aceh,  Kabarkini.co -Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai kunci masa depan Aceh. Ia menilai peningkatan kapasitas dan kualitas pemuda menjadi langkah strategis dalam mendorong kemajuan daerah yang berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) periode 2026–2031 di Meuligoe Wali Nanggroe, Sabtu (18/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, memaparkan rencana pengaktifan kembali organisasi dengan fokus pada pengembangan potensi generasi muda Aceh di berbagai sektor strategis.

Menurut Syaifullah, AMANAH akan menghadirkan berbagai program berbasis kebutuhan zaman, mulai dari pelatihan di sektor pertanian dan peternakan, penguatan ekonomi kreatif, hingga pengembangan UMKM dan teknologi seperti robotik. Tak hanya itu, AMANAH juga tengah menyiapkan rumah produksi untuk komoditas unggulan Aceh, seperti nilam dan kopi.

“AMANAH ingin menjadi ruang tumbuh bagi anak muda Aceh agar mampu berkarya, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

Ia juga mengundang Wali Nanggroe untuk menghadiri agenda peluncuran kembali (relaunching) AMANAH yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026 di kawasan Gedung AMANAH, Ladong.

Menanggapi hal tersebut, Malik Mahmud menyampaikan apresiasi atas komitmen AMANAH dalam membina generasi muda. Ia mendorong pemuda Aceh untuk terus memperluas wawasan, termasuk melalui pendidikan di luar negeri serta peningkatan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.

Menurutnya, pengalaman global akan memperkaya perspektif generasi muda dalam menghadirkan ide-ide inovatif untuk pembangunan Aceh.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian nilai-nilai lokal.

“Aceh harus tumbuh menjadi daerah yang maju dan modern, tanpa kehilangan identitas serta kearifan lokalnya,” tegasnya.