Banda Aceh,Kabarkini.co-Dinas Kesehatan Aceh mencatat total 281.984 anak di provinsi tersebut tidak mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2021 hingga 2025.
Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbahaya, terutama campak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, MKM, mengatakan anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi disebut sebagai zero dose.
“Zero dose adalah anak yang sama sekali tidak memiliki riwayat imunisasi, terutama vaksin DPT-1. Mereka sangat rentan terhadap penyakit berbahaya,” ujarnya di Banda Aceh, Jumat (17/4/2026).
Ia merinci jumlah anak yang tidak mendapatkan vaksin DPT-1 setiap tahun terus meningkat. Pada 2021 tercatat 50.809 anak, 2022 sebanyak 48.954 anak, 2023 mencapai 52.782 anak, 2024 sebanyak 57.654 anak, dan 2025 meningkat menjadi 61.297 anak.
Menurut Iman, anak-anak tanpa imunisasi memiliki risiko tinggi terserang penyakit menular.
Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah campak.
Kasus Campak di Aceh
Pada 2025, kasus campak di Aceh tercatat lebih dari 5.000 kasus, yang sebagian besar terjadi pada anak-anak yang tidak diimunisasi dan termasuk dalam kategori zero dose.
Sementara itu, pada 2026 telah ditemukan 724 kasus campak dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah.
Dinas Kesehatan Aceh mengimbau petugas kesehatan untuk mengoptimalkan layanan di posyandu, khususnya dengan memberikan imunisasi kejar bagi anak usia 3 hingga 5 tahun.
“Langkah ini penting agar anak-anak memiliki kekebalan terhadap penyakit, terutama campak,” kata Iman.
Source : dinkes.acehprov.go.id



