Aceh Tamiang, Kabarkini.co – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh terus memperkuat pengawasan terhadap pemanfaatan fasilitas kepabeanan di sektor hulu minyak dan gas bumi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan di PT Pertamina EP Rantau Field, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 1–2 Juli 2026.

Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan fasilitas kepabeanan yang diberikan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dimanfaatkan sesuai ketentuan perundang-undangan, sekaligus meningkatkan kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepabeanan.

Selama kegiatan berlangsung, tim Kanwil DJBC Aceh melakukan penelaahan dokumen, verifikasi data pemasukan barang, serta mengevaluasi administrasi, pelaporan, dan pengelolaan barang yang memperoleh fasilitas kepabeanan.

Tim juga berdiskusi dengan pihak perusahaan guna mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kewajiban kepabeanan.

Kepala Seksi Perizinan dan Fasilitas II Kanwil DJBC Aceh menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai untuk memastikan fasilitas kepabeanan dimanfaatkan secara tepat guna, tepat sasaran, dan sesuai regulasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh fasilitas kepabeanan telah dimanfaatkan sesuai ketentuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pengguna fasilitas agar pelaksanaan kewajiban kepabeanan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

PT Pertamina EP Rantau Field menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan yang berlaku. Perusahaan juga mengapresiasi pendampingan yang diberikan Bea Cukai dalam mendukung kelancaran operasional sektor hulu migas.

Melalui kegiatan ini, Kanwil DJBC Aceh berharap dapat meningkatkan efektivitas pengawasan, mendorong kepatuhan pengguna fasilitas, serta memperkuat sinergi dengan pelaku usaha dalam mendukung kelancaran industri hulu migas di Aceh.