Kabar Gembira, TVRI Gratiskan Lisensi Siaran Piala Dunia 2026 untuk Warung Kopi di Aceh

Dengan adanya kebijakan terbaru dari TVRI Pusat, para pelaku usaha warung kopi di Aceh kini dapat menayangkan pertandingan Piala Dunia tanpa dibebani biaya lisensi.

Banda Aceh, Kabarkini.co – Kabar gembira bagi para pelaku usaha warung kopi dan masyarakat Aceh. TVRI Pusat resmi menggratiskan lisensi penayangan Piala Dunia (Pildun) 2026 bagi warung kopi di seluruh Aceh, sehingga pelaku usaha tidak lagi diwajibkan membayar biaya lisensi maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk menayangkan pertandingan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Keputusan tersebut diumumkan oleh TVRI Aceh pada Selasa (9/6/2026), setelah sebelumnya berbagai aspirasi dan keluhan dari pelaku usaha warung kopi terkait biaya lisensi disampaikan kepada pihak terkait.

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengaku telah menyampaikan usulan kepada pimpinan dan jajaran TVRI Aceh saat pertemuan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026), agar terdapat kebijakan khusus bagi masyarakat Aceh dalam menikmati siaran Piala Dunia 2026.

Menurut Irwansyah, Piala Dunia merupakan pesta olahraga yang seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, ia mengusulkan agar TVRI memberikan keringanan biaya lisensi bagi kegiatan nonton bareng di warung kopi, bahkan jika memungkinkan digratiskan.

“Piala Dunia adalah pesta rakyat dan pesta olahraga dunia. Karena itu, masyarakat harus bisa menikmatinya dengan mudah dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi TVRI yang telah berhasil memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Menurutnya, kehadiran siaran tersebut akan menjadi hiburan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Dengan adanya kebijakan terbaru dari TVRI Pusat, para pelaku usaha warung kopi di Aceh kini dapat menayangkan pertandingan Piala Dunia tanpa dibebani biaya lisensi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi pelaku usaha sekaligus memberikan akses hiburan yang lebih luas kepada masyarakat.

Atas keputusan tersebut, Irwansyah kembali menyampaikan apresiasi kepada TVRI Aceh dan TVRI Pusat yang dinilai responsif terhadap berbagai masukan dan aspirasi masyarakat.

“Kita tentu mengapresiasi respons positif dari manajemen dan pimpinan TVRI Pusat,” kata Irwansyah.

Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Aceh yang kini dapat menyaksikan pertandingan Piala Dunia secara gratis, baik di rumah, di warung kopi, maupun melalui telepon genggam masing-masing.

Meski demikian, Irwansyah mengingatkan masyarakat untuk menikmati pertandingan dengan tertib dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Ia mengajak warga untuk menjaga ketenteraman serta menjauhi praktik perjudian yang sering dikaitkan dengan pertandingan sepak bola.

Menurutnya, mendukung tim favorit merupakan hal yang wajar, bahkan dengan semangat fanatisme sekalipun. Namun, fanatisme tersebut tidak boleh berlebihan hingga menimbulkan perselisihan atau mengganggu kerukunan di tengah masyarakat.

“Terima kasih TVRI untuk warga Aceh. Kepada warga Aceh, selamat menikmati dan menyaksikan siaran Piala Dunia secara gratis, baik di rumah, di warung kopi, maupun melalui handphone masing-masing. Jaga ketertiban, jaga perdamaian, dan jaga kerukunan,” tutupnya.