Ketua Komisi lll DPRA Apresiasi Kinerja Positif Bank Aceh Perkuat Kepercayaan Publik dan Pemulihan Ekonomi Daerah
Banda Aceh, Kabarkini.co – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Aisyah Ismail atau Kak IIN, menilai Bank Aceh Syariah berhasil menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi yang masih dipengaruhi proses pemulihan pascabencana di sejumlah daerah di Aceh.
Menurutnya, capaian kinerja Bank Aceh pada Triwulan I Tahun 2026 menjadi sinyal positif bahwa bank kebanggaan masyarakat Aceh tersebut terus berkembang dengan arah yang sehat dan berkelanjutan.
Kak IIN mengatakan, keberhasilan itu tidak terlepas dari kepemimpinan Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, yang dinilai mampu menjaga stabilitas perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan di berbagai sektor usaha perbankan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Bank Aceh mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat. Ini patut kita apresiasi,” ujar Kak IIN, Sabtu (11/4/2026).
Ia mengungkapkan, total aset Bank Aceh yang telah mencapai Rp29,89 triliun serta Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp25,17 triliun merupakan indikator kuat bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan tinggi kepada bank milik Pemerintah Aceh tersebut.
Ia juga menyoroti pertumbuhan pembiayaan Bank Aceh yang mencapai Rp21,20 triliun atau meningkat 3,14 persen secara year-on-year. Menurutnya, langkah Bank Aceh dalam memperkuat sektor pembiayaan produktif menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang terdampak bencana sebelumnya.
Kak IIN menegaskan bahwa Bank Aceh merupakan bank milik rakyat Aceh yang harus dijaga dan didukung bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan kepercayaan kepada Bank Aceh agar mampu memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan dan inklusif.
“Bank Aceh adalah bank kebanggaan masyarakat Aceh. Jika dikelola dengan baik seperti saat ini, maka manfaatnya akan kembali kepada rakyat. Kita patut bersyukur atas capaian positif ini dan mari kita dukung bersama agar Bank Aceh terus tumbuh kuat serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Kak IIN, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Kak IIN, keberhasilan bank milik daerah tersebut dalam menjaga stabilitas keuangan merupakan capaian yang patut diapresiasi. Di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah terdampak bencana alam yang dahsyat. Kehadiran lembaga keuangan yang kuat dinilai sangat penting untuk mendukung perputaran ekonomi daerah.
“Bank Aceh Syariah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Di tengah situasi pemulihan pascabencana, mereka tetap mampu menunjukkan performa yang baik dan ini patut diapresiasi,” ujar Kak IIN dalam keterangannya.
Sebelumnya, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) juga melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Idi pada Rabu (8/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara legislatif dan perbankan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh Timur, terutama pascabencana.
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRA, Aisyah Ismail, serta didampingi anggota Komisi III, Salma (Bunda Salma) dan Ermiyadi, disambut langsung oleh Kepala Cabang BAS Idi, Samsul Bahri, beserta jajaran manajemen.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi III DPRA menekankan pentingnya peran Bank Aceh Syariah sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Perbankan daerah diminta lebih progresif mendukung pelaku usaha menengah ke bawah guna mempercepat pemulihan ekonomi rakyat setelah menghadapi tantangan bencana.
Bank Aceh Syariah dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat luas.
Kak IIN menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar proses pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat. Ia berharap Bank Aceh Syariah terus mempertahankan kinerja positif dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Aceh ke depan. (Adv)


