Banda Aceh,Kabarkini.co – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono melakukan kunjungan kerja ke Aceh untuk meninjau pelaksanaan program imunisasi dasar di daerah, Jumat. Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes menyoroti rendahnya cakupan imunisasi di Aceh yang masih berada di angka 33 persen, jauh dari target nasional sebesar 90 persen.
Kunjungan kerja tematik itu dilaksanakan di Posyandu ILP Sejahtera Panteriek dan Puskesmas Batoh, Kota Banda Aceh. Dalam kegiatan tersebut, Dante didampingi Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal untuk meninjau langsung pelaksanaan imunisasi anak dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Pemerintah menargetkan Indonesia bebas zero dose imunisasi, sekaligus menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu serta anak.
Dante menyebut rendahnya cakupan imunisasi di Aceh menjadi pekerjaan rumah bersama. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, tetapi juga berdampak pada meningkatnya kasus campak di Aceh.
“Cakupan imunisasi di Aceh masih rendah dan ini harus menjadi perhatian bersama. Jika imunisasi tidak tercapai, maka risiko penyakit menular seperti campak akan meningkat,” ujar Dante.
Sementara itu, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh terus menjalankan berbagai strategi percepatan imunisasi untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di masyarakat.
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat layanan primer di seluruh puskesmas dan posyandu, termasuk menjalankan program jemput bola agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan imunisasi.
“Kami terus memperkuat layanan kesehatan primer dan melakukan pendekatan jemput bola supaya masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan imunisasi,” kata Illiza.
Pemerintah berharap kolaborasi seluruh pihak dapat meningkatkan cakupan imunisasi di Aceh sehingga berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi dapat ditekan.



